Sejarah Desa

Diposkan Oleh : administrator | Tanggal : 26 Agustus 2016 08:38:09
  1. Sejarah Nagari

Nagari Sungai Gambir Sako Tapan terletak dalam wilayah Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, propinsi Sumatera Barat. Yang Terdiri dari Empat Suku antara lain, Melayu Gedang, Melayu Kecil, Chaniago dan Sikumbang. Dan Sebagai Pucuk Adat Nagari Adalah Makudum Sakti. Makudum Sakti di bunyikan dalam Petatah dan Petitih Adat “Sumua Ciaek Galuak nyo Ampek” dan itulah yang dinamakan Makudum Sakti (Orang Tua Adat Nagari Tapan) inilah dasar mufakat antara empat suku di atas untuk memilih Wali Nagari Sebagai Pemimpin Nagari Yang berdiri pada tahun 1824 M satu Wali Nagari di Tapan. Adapun cara pemilihan Wali Nagari pada waktu itu ditunjuk oleh perwakilan empat suku tersebut. Beberapa tahun kemudian, sebelum kemerdekaan 1945 di Pimpin oleh Satu Wali Nagari. Dan setelah Kemerdekaan Tahun 1945 Wali Nagari di pilih Secara Demokrasi (Musyawarah). Pada tahun 1983 dengan adanya perkembangan penduduk maka dirubah oleh Pemerintah Pusat menjadi 17 Desa pada Tahun 1990 dan kemudian dirubah lagi menjadi 13 Desa,dan selanjutnya pada tahun 2002 di jadikan satu nagari yaitu Nagari Tapan yang terdiri dari 20 Kampung. Dan pada tahun 2009 Bulan Oktober terjalah pemekaran Nagari menjadi delapan Nagari yang terdiri dari, Nagari Kubu Tapan, Nagari Tapan, Nagari Binjai Tapan, Nagari Batang Arah Tapan, Nagari Pasar Tapan, Nagari Ampang Tulak Tapan, Nagari Talang Koto Pulai Tapan dan Nagari Sungai Gambir Sako Tapan. Yang langsung dilantik Oleh Bupati Pesisir Selatan Pada Tanggal 16 Januari, dan Pada tanggal 14 September 2011 dari delapan Nagari dijadikan dua Puluh Nagari yang terdiri dari Dua Belas Nagari Pemekaran yaitu Nagari Limau Purut, Nagari Talang Balarik, Nagari Tebing Tinggi, Nagari  Sungai Pinang, Nagari Kampung Tengah, Nagari Tanjung Pondok, Nagari Koto Enau, Nagari Dusun Baru, Nagari Simpang Gunung, Nagari Batang Betung, Nagari Riak Danau, Dan Nagari Bukit Buai.

            Nagari Sungai Gambir Sako Tapan adalah Nagari yang terletak di daerah dataran rendah dan berbukit dengan bantaran sungai dan dikelilingi oleh hutan, yang terdiri dari  2 ( Dua ) Kampung yaitu Kampung jangki ayam  dan Kampung Muaro sako. Yang dimekarkan pada tahun 2009 berdasarkan  Peraturan Bupati nomor 47 tahun 2009.


Komentar untuk artikel ini telah ditutup.